Jakarta merupakan kota terbesar di Indonesia, berdasarkan catatan resmi catatan sipil, tahun 2007, jumlah penduduk Jakarta adalah 7.706.392 jiwa, sedangkan berdasarkan perkiraan, pada siang hari, penduduk Jakarta bisa mencapai 12 juta jiwa. Mobilitas penduduk Jakarta yang sangat cepat dan massal ini membutuhkan dukungan infrastuktur transportasi yang modern dan massal pula. pengertian modern dan massal di sini adalah sebuah system transfortasi yang cepat, aman, efisien, dan berkapasitas menampung banyak orang.
Penggunaan kendaraan pribadi (khususnya mobil) yang berlebihan membuat intensitas kemacetan sangat tinggi, padahal Pemda DKI jakarta sudah melakukan upaya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan, seperti penggunaan jalan 3 in 1, dan transportasi modern (busway), tapi upaya tersebut tidak akan berhasil jika masih banyak penggunaan pribadi yang banyak berlalu lalang dijalan jalan.
Butuh kesadaran dan melakukan sosialisasi terhadap setiap masyarakat agar kota tercinta kita mengalami perubahan yang signifikan. seharusnya kita. berdasarkan situs
http://treeatwork.blogspot.com/2010/07/tujuh-solusi-kemacetan-jakarta.html 7 solusi menanggulangi kemacetan :
1. Parking surcharge, bukan road pricing.
Road pricing bagus, tapi repot pelaksanaannya dan rawan pelanggaran. Ada cara lebih mudah dan efektif: kenakan saja biaya parkir tambahan yang cukup tinggi (Rp 20.000 per sekali masuk?) di luar biaya parkir resmi buat seluruh kendaraan yang parkir di kawasan bisnis utama Jakarta. Orang akan enggan membawa mobil ke kawasan tersebut . Kalaupun membawa mobil, kalau sudah parkir akan enggan mengeluarkannya lagi. Untuk bepergian mereka akan terdorong untuk memilih berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum.
2. jalur pejalan kaki bukan jalur sepeda.
Supaya orang tidak sedikit-sedikit membawa mobill, trotoar harus tersedia di semua jalanan padat di Jakarta. Dengan demikian, untuk keperluan singkat -- makan siang, misalnya -- orang tak perlu berkendara. Jalur pejalan kaki yang baik juga akan merangsang orang untuk naik kendaraan umum. Sekarang ini kalau Anda turun bus TransJ di Jalan Buncit Raya, misalnya, Anda akan bingung: mau jalan dimana, tidak ada trotoar?
Membangun jalur sepeda saat ini terlalu berlebihan. Jakarta terlalu luas, sepeda bukan solusi transportasi. Kendaraan umum plus jalur pejalan kaki yang baik lah solusi yang tepat.
3. Berlakukan Undang-undang tenaga kerja untuk pekerja transportasi.
Saat ini sopir dan pembantu sopir metromini dan mikrolet tidak diikat dalam perjanjian kerja yang jelas, yang sesuai dengan peraturan perburuhan.
Mereka tidak digaji tetapi dikenai target setoran (dan mendapatkan kelebihannya). Mereka pun terdorong untuk berperilaku seperti yang kita lihat seekarang: berhenti sembarangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, ngetem, main serobot, dan sebagainya.
Akibatnya, mereka menambah keruwetan lalunlintas yang sudah padat. Kalau mereka digaji seperti tenaga kerja lain dorongan untuk bersaing merebut penumpang akan berkurang dan bisa diharapkan mereka akan mengendarai mobil dengan lebih tertib.
4. Secara bertahap perbaiki kualitas kendaraan umum.
Kendaraan umum di Jakarta, terutama metromini dan yang sejenisnya, banyak yang sudah tak layak jalan. Sering mogok dan taka nyaman dinaiki. Kalaunsudah mogok menutupi jalan. Tidak perlu diganti seluruhnya secara langsung. Bertahap saja. Persyaratan untuk pengadaan baru ditambah (misal, perlu pakai pendingin udara).
5. Normalisasi jalan.
Jalan di Jakarta banyak yang tidak standar: lajur menyempit mendadak atau malah hilang, lajur putar balik atau belok kanan tidak ada sehingga mengganggu kendaraan yang mau lurus, dan sebagainya. Ketimbang membangun jalan baru, Pemda DKI lebih baik menormalisasi jalan-jalan yang tak standar ini. Tentu perlu pembebasan tanah, terutama disekitar persimpangan tapi pasti tanah yang perlu dibebaskan tak akan sebanyak kalau membangun jalan baru.
6. Marka jalan dibuat lagi.
Sebagian besar jalan di Jakarta tak punya maraka-marka jalan -- pembatas antar lajur, penanda arah lajur, garis berhenti di perempatan, dan sebagainya. Marka-marka jalan harus dibuat lagi supaya pengendara bisa lebih disiplin dan kalau melanggar bisa ditilang.
Sangat memalukan bahwa Jakarta tak bisa membuat marka jalan dengan benar. Lihatlah Surabaya atau Yogyakarta. Jalan-jalan di sana mulus rapi dan dengan dilengkapi marka yang lengkap dan jelas tak seperti Jakarta yang jalnnya bipeng-bopeng serta polos tanpa tanda apa-apa untuk membantu pengendara.
7. Aturan lalu lintas ditegakkan betul.
Pengendara harus diajari disiplin. Setiap pelanggaran harus ditilang. Kendaraan yang tak memenuhi syarat -- terutama kendaraan umum -- harus dikandangkan.
Saya yakin dengan 7 langkah mudah di atas, lalu lintas Jakarta akan menjadi jauh lebih baik. Jumlah kendaraan yang lalu lalang akan berkurang, kendaraan umum akan diminati, dan orang akan rela untuk berjalan kaki untuk tujuan-tujuan dekat.
Mari kita semua wujudkan agar kota ini menjadi lebih baik lagi dengan tindakan dan usaha guna membenahi ibu kota yang lambat waktu semakit pada puncak kehancuran.
Jumat, 05 November 2010
Banjir kok..dijadiin Tradisi
Melihat kondisi ibu kota yang sudah sangat memprihatinkan ini, membuat saya bertanya tanya, sampai kapankah ini semua akan berakhir???entahlah, butuh ctindakan yang nyata dalam membenahi kota Jakarta yang semakin rusak ini. Apalagi semenjak intensitas curah hujan tinggi. Hambislah Jakarta, yaa, banjir memang sudah seperti tradisi saja yang terjadi tiap tahun.
Padahal dampak dari banjir sangatlah nyata, yaa Seluruh aktivitas di kawasan banjir yang tergenang lumpuh. Jaringan telepon dan Internet terganggu. Listrik di sejumlah kawasan yang terendam juga padam.
Puluhan ribu warga di Jakarta dan daerah sekitarnya terpaksa mengungsi di posko-posko terdekat. Sebagian lainnya hingga Jumat malam masih terjebak di dalam rumah yang sekelilingnya digenangi air hingga 2-3 serta terserangnya berbagai penyakit.
Faktor utama adalah sampah, banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan, dan penataan kota yang salah.membuat banjir mudah datang, butuh penataan ulang jika ingin kota tercinta kita memjadi kota yang di idam idamkan setiap masyarakat dan kerja sama yang baik dalam memperbaiki kota Jakarta yang semakin rapuh.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_Jakarta_2007
Padahal dampak dari banjir sangatlah nyata, yaa Seluruh aktivitas di kawasan banjir yang tergenang lumpuh. Jaringan telepon dan Internet terganggu. Listrik di sejumlah kawasan yang terendam juga padam.
Puluhan ribu warga di Jakarta dan daerah sekitarnya terpaksa mengungsi di posko-posko terdekat. Sebagian lainnya hingga Jumat malam masih terjebak di dalam rumah yang sekelilingnya digenangi air hingga 2-3 serta terserangnya berbagai penyakit.
Faktor utama adalah sampah, banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan, dan penataan kota yang salah.membuat banjir mudah datang, butuh penataan ulang jika ingin kota tercinta kita memjadi kota yang di idam idamkan setiap masyarakat dan kerja sama yang baik dalam memperbaiki kota Jakarta yang semakin rapuh.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_Jakarta_2007
Rabu, 03 November 2010
AWWW Mana KESATUAN KITA???
Sangat miris melihat hilang nya kesatuan bangsa yang kini mulai hilang dalam setiap benak masyarakat indonesia. Seolah olah janji yang kita ucapkan pada tanggal 28 Oktober (sumpah pemuda)ternodai oleh sebuah kerusuhan yang terjadi akhir akhir ini.
Hal yang paling menonjol adalah Tawuran antar pelajar akhir akhir ini. Seakan akan penerus generasi bangsa tak sadar bahwa kita adalah adalah 1 kesatuan bangsa seperti yang terucap pada proklamasi 17 Agustus 1945 yang dikumandangkan oleh Ir.Soekarno.
Ya....Tawuran antar pelajar akhir akhir ini sering terjadi. Dari mulai SMP,SMA, maupun STM. seperti yang saya lihat pada saat perjalan menuju rumah.
Dengan lantangnya mereka semua membawa sebuah senjata tajam, dan tanpa ragu ia menikam setiap lawan lawannya. Entahlah apa tujuan mereka melakukan hal tersebut, melihat hal tersebut begitu miris. Padahal tawuran hanya mendapatkan dampak negatif. ya Nyawa lah tarohan nya.
Hanya kerugiannya yang didapat. kebanyakan seseorang melakukan hal tersebut karna pergaulan lingkungan sekitar, faktor keluarga
Solusi Untuk mengatasi masalah tawuran antar pelajar, di sini penulis akan mengambil dua
teori. Yang pertama adalah dari Kartini Kartono. Dia menyebutkan bahwa untuk
mengatasi tawuran antar pelajar atau kenakalan remaja pada umumnya adalah:
a. banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri, dan melakukan koreksi
terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun
b. memberi kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan
sehat
c. memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja
zaman sekarang serta kaitannya dengan pengembangan bakat dan potensi remaja.
Teori yang kedua adalah dari Dryfoos, dia menyebutkan untuk mengatasi tawuran pelajar
atau kenakalan remaja pada umumnya harus diadakan program yang meliputi unsur-
unsur berikut:
a. program harus lebih luas cakupannya daripada hanya sekedar berfokus pada kenakalan
b. program harus memiliki komponen-komponen ganda, karena tidak ada satu pun
komponen yang berdiri sendiri sebagai peluru ajaib yang dapat memerangi kenakalan
c. program harus sudah dimulai sejak awal masa perkembangan anak untuk mencegah
masalah belajar dan berperilaku
d. sekolah memainkan peranan penting
e. upaya-upaya harus diarahkan pada institusional daripada pada perubahan individual,
yang menjadi titik berat adalah meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak yang
kurang beruntung
f. memberi perhatian kepada individu secara intensif dan merancang program unik bagi
setiap anak merupakan faktor yang penting dalam menangani anak-anak yang berisiko
tinggi untuk menjadi nakal
g. manfaat yang didapatkan dari suatu program sering kali hilang saat program tersebut
dihentikan, oleh karenanya perlu dikembangkan program yang sifatnya
berkesinambungan.
Hal yang paling menonjol adalah Tawuran antar pelajar akhir akhir ini. Seakan akan penerus generasi bangsa tak sadar bahwa kita adalah adalah 1 kesatuan bangsa seperti yang terucap pada proklamasi 17 Agustus 1945 yang dikumandangkan oleh Ir.Soekarno.
Ya....Tawuran antar pelajar akhir akhir ini sering terjadi. Dari mulai SMP,SMA, maupun STM. seperti yang saya lihat pada saat perjalan menuju rumah.
Dengan lantangnya mereka semua membawa sebuah senjata tajam, dan tanpa ragu ia menikam setiap lawan lawannya. Entahlah apa tujuan mereka melakukan hal tersebut, melihat hal tersebut begitu miris. Padahal tawuran hanya mendapatkan dampak negatif. ya Nyawa lah tarohan nya.
Hanya kerugiannya yang didapat. kebanyakan seseorang melakukan hal tersebut karna pergaulan lingkungan sekitar, faktor keluarga
Solusi Untuk mengatasi masalah tawuran antar pelajar, di sini penulis akan mengambil dua
teori. Yang pertama adalah dari Kartini Kartono. Dia menyebutkan bahwa untuk
mengatasi tawuran antar pelajar atau kenakalan remaja pada umumnya adalah:
a. banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri, dan melakukan koreksi
terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun
b. memberi kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan
sehat
c. memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja
zaman sekarang serta kaitannya dengan pengembangan bakat dan potensi remaja.
Teori yang kedua adalah dari Dryfoos, dia menyebutkan untuk mengatasi tawuran pelajar
atau kenakalan remaja pada umumnya harus diadakan program yang meliputi unsur-
unsur berikut:
a. program harus lebih luas cakupannya daripada hanya sekedar berfokus pada kenakalan
b. program harus memiliki komponen-komponen ganda, karena tidak ada satu pun
komponen yang berdiri sendiri sebagai peluru ajaib yang dapat memerangi kenakalan
c. program harus sudah dimulai sejak awal masa perkembangan anak untuk mencegah
masalah belajar dan berperilaku
d. sekolah memainkan peranan penting
e. upaya-upaya harus diarahkan pada institusional daripada pada perubahan individual,
yang menjadi titik berat adalah meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak yang
kurang beruntung
f. memberi perhatian kepada individu secara intensif dan merancang program unik bagi
setiap anak merupakan faktor yang penting dalam menangani anak-anak yang berisiko
tinggi untuk menjadi nakal
g. manfaat yang didapatkan dari suatu program sering kali hilang saat program tersebut
dihentikan, oleh karenanya perlu dikembangkan program yang sifatnya
berkesinambungan.
Langganan:
Komentar (Atom)


